asal usul suku minangkabau

Asal Usul Suku Minangkabau

Liputan.Online – Sejarah menengenai asal usul Suku Minangkabau hingga saat ini masih perlu penkajian yang lebih dalam. Hal ini disebabkan karena berbagai literature dan artikel terkait bahasan tersebut memiliki perbedaan pandangan dan pendapat dari berbagai sumber.

Adanya perbedaan pandangan dan pendapat seputar asal usul suku Minangkabau ini bisa terjadi karena pada masa itu para pelaku sejarah belum melakukan pencatatan sejarah. Kisah sejarah yang berkembang secara turun temurun melalui cerita dari orang tua kepada anak, ninik kepada mamak, mamak (paman-red) kepada kemenakan melalui tambo atau babakan.

Para ahli sejarah memulai Pencatatan sejarah di Minangkabau setelah masuknya Islam ke Ranah Minang, dengan menggunakan Arab Melayu. Namun, karena pencatatan ini tidak bersumber lansung dari pelaku sejarah. Sehingga menyebabkan sejarah menjadi beragam, dan para ahli terkait perlu melakukan penkajian lebih dalam.

Asal Usul Nenek Moyang Suku MInangkabau

Berdasarkan Tambo Alam yang tersiar di Ranah Minang, nenek moyang suku Minangkabau berasal dari keturunan Raja Iskandar Zulkarnain dari Macedonia.

Pada masa banjir besar yang menenggelamkan sebagian daratan tahun 336-335 SM, 3 orang putra Raja Iskandar Zulkarnain, yakni ;

  • Maharaja Alif yang merupakan Raja di Benua Ruhun (Romawi),
  • Maharaja Dipang yang menjadi Raja di Benua China, dan
  • Maharaja Diraja yang menjadi Raja di Pulau Emas (Perca / Sumatera saat ini)

Mereka bertiga mendapatkan perintah dari bapak mereka, Raja Iskandar Zulkarnain untuk melakukan pelayaran ke arah timur India.

Di tengah-tengah pelayarannya ketiga putra Zulkarnain berbeda pendapat, sehingga Maharaja Alif dan Maharaja Dipang mengalihakan pelayaran kearah lautan Cina Selatan. Namun, Maharaja Diraja beserta rombongannya melanjutkan perjalan ke arah utara.

Selain istri Maharaja Diraja yang bernama Indo Jati (Indo Jalito), 4 orang Panglima setia Maharaja Diraja juga ikut dalam perjalannya, yakni;

  1. Anjiang Mualim sebagai Pengawal Kerajaan, berasal dari Persi (Iraq sekarang).
  2. Kambiang Hutan, Barisan Perusak, berasal darii Kamboja.
  3. Harimau Champo, Barisan Pemburu, berasal dari Kamboja.
  4. Kuciang Siam, Barisan Penyelamat, berasal dari Siam (Thailan).

Julukan tersebut sesuai dengan tingkah laku mereka masing-masing. Sedangkan anggota rombongan yang lain adalah Cati Bilang Pandai sebagai Penasehat Raja.

Baca juga : Asal Usul Silat Minangkabau

Dalam pelayarannya, Maharaja Diraja melihat cahaya seperti kilauan emas. Cahaya emas ini merupakan pancaran puncak gunung merapi yang tampak berkilau seperti emas. Pada akhirnya pulau ini disebut dengan Pulau Emas (Perca, Pulau Sumatera Saat ini). Cahaya emas yang tampak dari kejauhan tersebut menjadi tujuan akhir pelayaran mereka, yakni di Puncak Gunun Merapi.

Karena itu diyakini bahwa nenek moyang suku Minangkabau turun dari gunung merapi yang pada masa itu terlihat sagadang talua itik (sebesar telur bebek) dari kejauhan.

asal usul Suku Minangkabau

Setelah air menyusut mereka turun dari puncak dan istirahat sementara, untuk berunding di bawah pohon Lagundi. Tempat persinggahan tersebut dinamakan “Galundi Nan Baselo”.

Setelah beristirahat di Galundi Nan Baselo, mereka memperluaskan kawasan menjadi sebuah perkampungan dan memilih sebagai pusat pemukiman. Pusat pemukiman ini disebut “Taratak” di kawasan Kapalo Koto saat ini. Lokasi ini terletak di sebelah utara arah ke barat Jorong Batur sekarang.

Di perkampungan ini mereka membangun Sawah Gadang Satampang Baniah, Batu Sajamba Makan dan Perumahan tertua. Pada saat ini lokasi tersebut merupakan cagar budaya, di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar.

Ketika jumlah penduduk makin bertambah, mereka mulai turun ke arah sebelah kiri menyeberangi sebuah sungai. Kemudian hari sungai ini dikenal dengan nama Batang Malona. Setelah menyeberani sungai, Rombongan ini berhenti dan maneruka (membentuk) sebuah dusun baru. Dusun ini bernama Batur (Ba- atur). Dari asal kata nama dusun, dapat dipahami dalam Tambo Alam Minangkabau bahwa dari Dusun Batur inilah adat Minangkabau mula-mula diatur oleh Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang. (lipe1482).

Artikel serupa : Buku Kecil Sejarah Situs2 Budaya   Minangkabau di Jorong Batur di http://repo.unand.ac.id