Syek Burhanuddin Ulakan

Mengenal Asal Usul Syekh Burhanuddin Ulakan, Pariaman

Liputan.Online – Syekh Madinah merupakan salah satu ulama pertama yang membawa Islam ke Ranah Minang dalam menyiarkan Islam di Minangkabau. Syekh Burhanuddin merupakan salah satu murid Beliau yang melanjutkan perjuangan beliau dalam menyiarkan Agama Islam di Ranah Minang.

Berkat perjuangan Syeh Burhanuddin beserta 4 sahabat seperguruan beliau, saat belajar pada Syeh Abdul Ra’uf atau Syeh Kualu di Singkil, Aceh, menjadikan Islam berkembang dan menjadikan Minangkabau satu kesatuan utuh dan tak dapat terpisahkan dari Islam.

Lihat Juga : Syekh Madinah, Awal mula Islam di Minangkabau

Sehingga dapat di istilahkan, “Tak Minang kalau Tak Islam”. Artinya, setiap orang Minang haruslah beragama Islam. Apabila dia murtad atau keluar dari Agama Islam, maka dia seumpama sudah bukan orang Minang lagi.

Hal ini tertuang dalam falsafah Minangkabau dalam “Sumpah Sati Bukik Marapalam” yang berbunyi  “adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah. Sarak mangato, adat mamakai”.

Baca Juga : Sumpah Sati Bukik Marapalam

Artinya, norma dan hukum adat haruslah berlandaskan kepada syariat. Syariat tentunya berlandaskan kepada Kitabullah. Kitabullah dalam hal ini adalah Al Qur’an. Setiap aturan yang tertulis dalam Al Qur’an hendaknya dapat menjadi bagian norma dan aturan adat di Minangkabau.

Kondisi ini sesuai dengan ramalan Syeh Madinah yang meyakini bahwa Islam hanya dapat berkembang di Minangkabau bila disyiarkan oleh  orang Minang sendiri. Hal ini disebabkan oleh karena orang Minang yang tidak mudah dipengaruh oleh orang luar dan teguh pada pendirian dan keyakinan sendiri.

Baca juga : Syekh Abdurrahman Al Khalidi Kumango

Asal Usul Syekh Burhanuddin

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Syeh Burhanuddin merupakan penduduk asli Minangkabau. Berdasarkan garis keturunan, beliau berasal dari Guguak Sikaladi Pariyangan, Tanah Datar. Ibu beliau bernama Putri Cukuik bilang pandai suku Guci. Dan bapak beliau bernama Pampak Sati Karimun Merah.

Syekh Burhanudin dilahirkan pada pada hari Selasa tanggal 17 Syafar tahun 1026 Hijriah, dan diberinama Qanun. Semasa kecil beliau sering dipanggil dengan sebutan buyuang Pono, yang berasal dari kata “Samparono” yang berarti anak yang baik dan tak banyak tingkah.

Sekalipun beliau berasal dari Pariangan, Tanah Datar, Masa kecil Syeh Burhanuddin lebih banyak di Sintuak, Pariaman hingga dewasa bersama orang tua beliau berpindah ke Pariaman.

Sehari-hari beliau sama seperti anak-anak kampung lainnya mengembalakan sapi dan kerbau orang tuanya. Konon kabarnya, saat mengembalakan sapi dan kerbau inilah syeh Burhanuddin bertemu dengan Syeh Madinah dan belajar tentang Islam kepada beliau selama 3 tahun. Selanjutnya Syeh Madinah memerintahkan Syeh Burhanuddin untuk menambah ilmu kepada  Syeh Abdul Rauf di Singkil, Aceh. (admin)

Artikel Serupa : Syekh Burhanuddin Ulakan: Ulama Generasi Pertama, Penyebar Islam di Minangkabau