level asesmen situasi pandemi
level asesmen situasi pandemi

MENGENAL LEVEL ASESMEN PPKM DARURAT

Liputan.Online – Pemerintah telah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untu daerah Jawa dan Bali. Selanjutnya pemerintahan daerah yang masuk dalam daerah dengan level asesmen situasi pandemi PPKM Darurat, telah menerapkan kebijakan tersebut sejak hari sabtu, 3/7/2021, dan rencananya akan berlangsung hingga tanggal 20/7/2021.

Daerah yang masuk dalam level asesmen PPKM Darurat kemencakup 48 kabupaten/kota yang masuk wilayah dengan asesmen situasi pandemi level 4, dan 74 kabupaten/kota yang wilayah dengan asesmen situasi pandemi level 3.

Baca Juga : WILAYAH PENERAPAN PPKM DARURAT

Artinya pemerintah pusat menetapkan daerah penerapan PPKM berdasarkan kepada level asesmen situasi pandemi daerah setempat.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah yang dimaksud dengan level asesmen situasi pandemi tersebut?

LEVEL ASESMEN PPKM DARURAT

Level Asesmen Situasi pandemi merupakan indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi COVID-19. Pemerintah mengguakan indikator ini untuk menetapkan suatu kebijakan. Indkator-indikator tersebut telah tercantum Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor hk.01.07/Menkes/4805/2021 tertanggal 30 Juni 2021.

LEVEL ASESMEN PPKM DARURAT
Level Asesmen Situasi Pandemi COVID-19

Adapun indicator-indikator yang dimaksud terbagi dalam 5 level, antara lain ;

Baca Juga : PPKM DARURAT JAWA-BALI BERLAKU

Level situasi 0: Tanpa Penularan Lokal

Level situasi 1: Insiden Rendah

Situasi di mana penularan tidak terjadi, namun ada keterbatasan dalam penerapan upaya mencegah penularan, atau jika kasus ada, epidemi masih dapat dikenalikan melalui tindakan yang efektif di sekitar kasus atau klaster kasus.

Level situasi 2: Insiden Sedang

Situasi dengan insiden komunitas yang rendah

Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 kurang dari 20 orang per 100.000 penduduk per minggu. Kejadian rawat inap karena Covid-19 di rumah sakit kurang dari 5 orang per 100.000 penduduk per minggu. Sementara, angka kematian akibat Covid-19 kurang dari 1 orang per 100.000 penduduk per minggu.

Level situasi 3: Insiden Tinggi

Situasi penularan komunitas dengan kapasitas respon terbatas dan terdapat risiko layanan kesehatan menjadi tidak memadai

Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100.000 penduduk per minggu. Kejadian rawat inap karena Covid-19 di rumah sakit 10-30 orang per 100.000 penduduk per minggu. Sementara, angka kematian akibat Covid-19 antara 2-5 orang per 100.000 penduduk per minggu.

Level situasi 4: Insiden Sangat Tinggi

Situasi Transmisi yang tidak terkontrol dengan kapasitas respon tidak memadai.

Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100.000 penduduk per minggu. Kejadian rawat inap karena Covid-19 di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100.000 penduduk per minggu. Sementara, angka kematian akibat Covid-19 lebih dari 5 orang per 100.000 penduduk per minggu. (lipe1482).

Artikel serupa : Penjelasan soal Status Daerah Level 3 dan 4 PPKM Darurat di Kompas.com