silek kumango

Silek Kumango

Silek Kumango atau Silat Kumango adalah salah satu seni beladiri dari kebudayaan masyarakat Minangkabau. Sebagai suatu seni bela diri yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Barat. Dan sejak lama Silek Kumango juga berkembang di berbagai wilayah nusantara dan manca Negara.

Pencipta silat ini adalah Maulana Syeh Abdurrahman Bin Khathib Alim kumango, Al Samani al-Khalid Naqsyabandi. Atau lebih dikenal dengan nama Syekh Abdurrahman Al khalidi. Beliau memiliki nama kecil Alam Basifat. Maulana Syeikh Abdurrahman Bin khaththab Alim Kumango al Samani al-Khalidi an-Naqsyabandi lahir pada tahun 1812 dan beliau wafat di tahun 1932.

Syeh KUmango
Syeh Kumango

Baca juga : Syekh Abdurrahman Al Khalidi Kumango

Nama Silat Kumango sangat erat kaitannya dengan nama tempat di mana Silat itu pertama kali tumbuh dan berkembang. Silat Kumango pada awalnya tumbuh dan berkembang di sebuah kampung atau Nagari yang bernama kumango. Suatu kampung atau Nagari yang berada di daerah Tanah Datar, Sumatera Barat. Oleh karena itu, Silat ini kemudian diberi nama atau dikenal dengan nama Silat Kumango.

Gerak dan Jurus Silek Kumango

Jika dicermati, Silek Kumango mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu antara lain kesehatan, kerja keras, kedisiplinan, kepercayaan diri dan sportivitas.

Gerakan-gerakan atau langkah-langkah dalam gerakan silat kumango, membentuk huruf alif, lam, lam, ha, min, ha dan min, dal. Gerakan-gerakan atau langkah-langkah inilah yang kemudian menjadi khas berbeda dengan aliran aliran silat lain, yang sebagian jurus-jurusnya mengacu pada gerakan-gerakan binatang, seperti halnya silat Buayo Bayang dan Silat Harimau.

Jurus-jurus yang ada di dalam silat kumango terdiri atas 11 jurus dasar. Yaitu ; satu jurus elakan kiri luar dan dalam. Dua jurus elakan kanan luar dan dalam. Tiga jurus sambut pisau. Empat jurus rambah. Lima jurus cancan. Enam jurus ampang. Tujuh jurusan lantak siku. Delapan jurus patah tabu. Sembilan jurusan sandang. Sepuluh jurus pucak tanggung. Dan sebelas jurus pucak lapeh.

Dari kesebelas jurus pokok yang ada pada silat ini, setiap jurusnya mengandung puluhan pecahan.  Hampir semuanya bertujuan untuk melumpuhkan lawan dengan teknik kuncian.

Seluruh jurus tersebut berangkat dari ajaran agama Islam dan filosofi yang dalam peribahasa Minangkabau. “hidup nan dipakai, mati nan ka ditampati”. Artinya, apapun laku dan adat dalam kehidupan sehari-hari hendaknya manusia selalu berbuat dan berperilaku amal saleh. Karena perbuatan kita, baik dan buruk di dunia akan di perhitungkan kelak di akhirat nanti.

Lihat juga : Sejarah Silek Kumango

Makna Pemakaian Sarung

Akibat dua pengaruh tersebut, maka tidak mengherankan apabila karakter Silat Kumango hanya bersifat bertahan atau mempertahankan diri. Dan baru menyerang apabila sudah benar-benar terpojok.

Satu hal yang menarik dari perguruan Silat Kumango, khususnya yang berada di tanah Datar adalah pemakaian sarung. Fungsi dari pemakaian sarung di pinggang bukan hanya untuk menyimpan senjata, melainkan juga untuk melindungi perut dari sabetan senjata tajam.

Sedangkan apabila sarung di pundak, mengandung makna bahwa orang tersebut mempunyai kedudukan menengah di dalam perguruan. Selain makna tersebut sebenarnya fungsi peletakkan sarung di pundak adalah sebagai senjata untuk mengunci pergerakan lawan. (lipe1482).

Artikel serupa : Cerita Syekh Kumango, Parewa yang Tobat Pencipta Silek Kumango yang Kesohor hingga Luar Negeri di padangkita.com