Syekh Abdurrahman Al Khalidi Kumango

Syekh Abdurrahman Al Khalidi Kumango

Nama Silat Kumango sangat erat kaitannya dengan nama tempat di mana Silat itu pertama kali tumbuh dan berkembang. Silat Kumango pada awalnya tumbuh dan berkembang di sebuah kampung atau Nagari yang bernama kumango. Suatu kampung atau Nagari yang berada di daerah Tanah Datar, Sumatera Barat. Oleh karena itu, Silat ini kemudian diberi nama atau dikenal dengan nama Silat Kumango.

Pencipta silat ini adalah Maulana Syeh Abdurrahman Bin Khathib Alim kumango, Al Samani al-Khalid Naqsyabandi. Atau lebih dikenal dengan nama Syekh Abdurrahman Al khalidi. Beliau memiliki nama kecil Alam Basifat.

Maulana Syeikh Abdurrahman Bin khaththab Alim Kumango al Samani al-Khalidi an-Naqsyabandi lahir pada tahun 1812 dan beliau wafat di tahun 1932.

Syekh Abdurrahman Al khalidi merupakan salah seorang ulama yang ikut menyebarkan ajaran Tarekat Samaniah dan Naqsabandiyah di Ranah Minang.

Pada mulanya Syeikh Abdurrahman Al khalidi berguru kepada Syekh Abdurrahman Batuhampar, di Payakumbuh. Beliau merupakan kakek dari bapak DR. Muhammad Hatta, sang proklamator dari Sumatera Barat. Kemudian Syeikh Abdurrahman Al khalidi terpengaruh dengan lingkungan yang membawanya untuk hidup bergaya parewa atau preman.

Baca juga : Syekh Abdurrahman Batuhampar, Guru Para Wali dari Minangkabau

Belajar di Mekah dan Madinah

Pada suatu waktu beliau berdagang di Padang dan bertemu dengan seorang kakek, yang membuatnya marah karena selalu nyinyir meminta uang. Sehingga membuat darah Alam Basifat naik dan hendak menghajar Si kakek. Rupanya setelah berusaha keras hendak memukul si Kakek cara memukulnya, tak satupun pukulan yang mengenai sasaran. Sehingga Alam Basifat mengaku kalah dan hendak berguru kepada Si kakek. Namun si kakek mengajukan persyaratan yang cukup pelik. Alam Basifat diperintahkan untuk mengikutinya ke Mekah. Dan di Mekah nanti mereka akan bertemu lagi.

Karena kesungguhannya, Alam Basifat mengikuti si Kakek ke Mekkah. Sedangkan si Kakek entah kemana saat itu, karena ulama saat itu masyhur dengan kekerahmatan Nya.

Si Kakek telah sampai duluan di Mekkah, Alam Basifat Pergi ke Mekah dengan berjalan kaki dari Minangkabau menuju Sumatera Utara, kemudian terus ke Aceh, Thailand dan sampai ke tanah suci Mekkah.

Di Mekkah beliau bertemu dengan si kakek dan kemudian belajar agama. Dan istimewanya tarekat Sufiyah dengan beberapa ulama terkemuka di tanah haram kala itu. Tercatat Syekh kumango berada di tanah suci selama 12 tahun. Beliau menuntut ilmu, termasuk belajar tarekat Samaniah di Madinah al-munawwarah kepada Sayyidina Muhammad Amin bin Ahmad Ridwan. Alam Basifat kemudian dikenal dengan nama Abdurrahman, lengkapnya Syekh Abdurrahman Kumango Al Samani al-khalidi.

Mengajarkan Tarikat dan Menciptakan Silat Kumango

Setelah Syekh Abdurrahman pulang ke kampung halamannya, beliau membuka surau Subarang, untuk mengajarkan agama khususnya tarekat samaniah dan tarekat naqsabandiyah al-khalidi.

Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang parewa atau preman yang sering berkelahi, Syekh Abdurrahman Al khalidi menguasai seni berkelahi yang kemudian mengkombinasikan dengan ajaran-ajaran agama Islam. Pengkombinasian itu akhirnya membuahkan seni beladiri yang bernama Silat Kumango. Sehingga masyarakat lebih mengenal Syekh Abdurrahman al Khalidi dengan nama Syekh Kumango.

Karena Syekh Abdurrahman al khalidi adalah penganut dan sekaligus penyebar Tarekat Samaniah dan Naqsabandiyah, maka gerakan-gerakan silat yang beliau ciptakan tidak terlepas dari kedua terdekat tersebut. Dalam hal ini, gerakan-gerakannya sarat dengan ajaran ajaran cinta kasih dan keridhaan kepada Allah SWT dan sebagaimana sikap dan perilaku Rasulullah SAW. Hal ini tercermin dari kegunaan silat Kumango yang tidak bertujuan untuk menyakiti lawan, melainkan hanya untuk membela diri dan digunakan apabila terpaksa.

Setelah Surau ini dibuka, masyarakat beramai-ramai belajar kepada beliau, menimba ilmu yang beliau anut yaitu agama Islam dengan pengajiannya Tarekat Sammaniyah Naqsabandiyah Khalidiyah, danSilat Kumango yang didapat beliau sewaktu berada di Mekah. Pengajian di Jabal qubis beliau peroleh dari gurunya, Syekh Bahauddin Sanaq Sabandiah. Sedangkan pelajaran silat beliau ambil langsung di makam Rasulullah dengan gurunya, Syekh Samman dan Nabiyullah Khidir. (lipe1482)

Artikel serupa : Cerita Syekh Kumango, Parewa yang Tobat Pencipta Silek Kumango yang Kesohor hingga Luar Negeri di padangkita.com